Saturday, October 6, 2007

Sebelum Terlena

Sebelum Mata Terlena
Di Buaian Malam Gelita
Tafakurku Di Pembaringan
Mengenangkan Nasib Diri

Yang Kerdil Lemah Dan Bersalut Dosa
Mampukah Ku Mengharungi Titian Sirat Nanti
Membawa Dosa Yang Menggunung Tinggi
Terkapai Ku Mencari Limpahan Hidayah Mu

Agar Terlerai Kesangsian Hati Ini
Sekadar Air Mata Tak Mampu
Membasuhi Dosa Ini

Sebelum Mata Terlena
Dengarlah Rintihan Hati Ini
Tuhan Beratnya Dosaku
Tak Daya Ku Pikul Sendiri

Hanyalah Rahmat Dan Kasih Sayang Mu
Yang Dapat Meringankan Hulurkan Maghfirah Mu
Andainya Esok Bukan Milikku Lagi
Dan Mata Pun Ku Tak Pasti Akan Terbuka Lagi

Sebelum Berangkat Pergi Ke Daerah Sana
Lepaskan Beban Ini
Yang Mencengkam Jiwa Dan Raga Ku

Selimuti Diriku
Dengan Sutra Kasih Sayang Mu
Agar Lena Nanti Ku Mimpikan
Syurga Yang Indah Abadi

Pabila Ku Terjaga
Dapat Lagi Kurasai
Betapa Harumnya
Wangian Syurga Firdausi.. Oh Ilahi

Di Sepertiga Malam
Sujudku Menghambakan Diri
Akan Ku Teruskan Pengabdianku Pada Mu

(Sebelum Terlena, Hijjaz)

Tatkala mendengar alunan sebelum terlena, menitis air mata insan, tanpa henti mengalir. Meratap hiba. Terlalu kerdil di hadapan Tuhan. Apakah akhirnya hidup insan? Perasaan ini hanya Tuhan yang tahu, saat itu tak seorang pun faham perasaan insan, berlarilah! Berlarilah! Berlarilah! padaNya. Sujudlah! Sujudlah! Sujudlah! Berserah, menyembahNya. Allah suka pada taubat insan. Ya Tuhanku, ampuni daku! Ampuni daku! Ampuni daku!

Moga terampun dosa yang silam, moga hidup mendatang penuh redha...

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget