Sunday, December 21, 2008

Kenangan itu



Kenangan itu mengusik rindu,
menyentuh kalbu,
Lama bertapa tersulam padu,
Satu persatu, datang mengimbas ke silamku,
Susah senang sama bersatu,
kadang terselit selisih dan setuju,
kenangan itu,

Hakikatnya kenangan itu,
adalah masa dahulu,
pengalaman yang bertamu,
sebagai pengajaran untuk masa yang bakal dilalui,

aku dan kalian,
bagaikan setiap rumput yang tumbuh,
di atas tanah perang kehitaman,
akar kesatuan fikiran mencengkam bumi,
mengukuh sejahtera keimanan,
mendokong sesama dalam sengketa atau sekepala,
berpadu setiapnya menghijau bumi,
menyenangkan mata umat memandang,
aur yang setia pada tebing,

pada akhirnya unsur-unsur kenangan itu,
kini dan mendatang mungkin berbeda pada ruhnya,
mungkin mengepak terbang dari ingatan,
dalam udara yang setiap saat beredar dan beralih,
dalam aliran air yang lembut,
namun deras mengalir,
dalam ketuaan yang mengunjung,
yang amat pantas dalam rangkak kelalaian,
dalam perjuangan kelangsungan,
sabut belum tentu timbul,
batu tidak mesti tenggelam,

kenangan itu adalah sejarah,
tenggelam atau timbul,
menguatkan atau melemahkan,
berulang atau tidak,
dalam hidup yang berjalan,
mendekati penamatnya.

Keenakan kenangan akan hadir pada saat yang tidak disangka.

1 comment:

There was an error in this gadget